Selasa, 08 Mei 2018

Supercamp V SMA 68 Angkatan 2020

Pada tanggal 5-6 Mei 2018, siswa" kelas 10 SMAN 68 angkatan 20 melaksanakan kegiatan supercamp selama 2 hari 3 malam. Kami kumpul di sekolah pada pukul 6 pagi, lalu kami diberikan sarapan sebelum memulai perjalanan menggunakan tronton. Sesampainya di sana, kami melaksanakan apel di tengah teriknya matahari. Setelah itu kami diperbehkan masuk ke dalam tenda jika sangga kami bisa menjawab pertanyaan mengenai pengetahuan pramuka umum. Setelah itu jadwal kami dipenuhi oleh kegiatan-kegiatan kepramukaan dan keterampilan. Pada sore harinya, kami melakukan games dengan sistem post ke post. Games yang dilaksanakan sangat seru. Malamnya kami masak per sangga dan hidangan kami diperlombakan. Kemudian, ada acara api unggun di mana setiap kelas menampilkan penampilan mereka. Keesokan harinya, kami melakukan senam pagi dan kemudian jelajah alam. Sebelum jelajah alam, angkatan 20 diberikan tantangan untuk bekerja sama merapikan tenda pleton. Kami berhasil melaksanakan tantangannya dan kemudian sarapan. Setelah jelajah alam, kami membersihkan diri, makan siang, lalu balik ke SMA 68 menggunakan tronton. 

Rabu, 15 November 2017

Karakter Superhero ( Tugas Literasi 68 )

Tugas Literasi 68: Membuat karakter superhero yang terinspirasi dari pahlawan Indonesia.

Karakter yang saya buat terinspirasi dari pahlawan pendidikan wanita Indonesia, R. A. Kartini. Karakter ini saya beri nama Kirana. Kirana memiliki kekuatan untuk mencari informasi apa pun dengan buku saktinya yang hanya bisa ia buka dan baca. Ia juga memiliki keris raksasa untuk bertarung bila diperlukan. Dalam dunia khayalan yang dihidupi oleh Kirana, hanya laki-laki yang diperbolehkan untuk mengasah kemampuan super mereka. Hal ini dikarenakan masyarakat dunia tersebut menganggap kekuatan super sebagai sesuatu yang " macho " atau hanya dapat diasah dengan baik oleh laki-laki. Namun, Kirana ingin membuktikan bahwa wanita juga bisa lihai, mahir, dan kreatif dalam mengasah kemampuan super mereka dengan menjadi superhero.

Chiquita Jasmine, X MIA 2


- Design karakter -

Senin, 16 Januari 2017

Tipe-Tipe Fangirling Anak SMP (Labschool RAW)

Apa itu 'Fangirling'? 'Fangirling' berasal dari dua kata, yaitu 'Fan' dan 'Girl' yang artinya penggemar dan perempuan. Jadi, kalau diartikan menjadi 'perempuan yang sedang menggemar'. Kalau orang yang melakukannya disebut 'Fangirl'.

Jaman sekarang, yang namanya Fangirl sudah merajalela, termasuk di SMP Labschool Rawamangun sendiri. Jenisnya juga ada banyak, dari yang biasa aja sampai yang fanatiknya gak karuan.

Nah ini dia tipe-tipe Fangirling anak Labschool:

1. Dia yang Diam-Diam Menghanyutkan
Tipe seperti ini yang kadang membuat orang syok. Bisa jadi ada satu orang yang pendiem banget di kelas kamu, terus taunya dia sebenernya fangirl akut. Entah dia fangirl anime, K-Pop, Band, atau apalah. Jangan-jangan dia punya banyak poster dan merchandise di rumahnya dan kamu gak tahu. Jangan kaget ya, tapi orang-orang seperti ini ada banyak. Mungkin alasan mereka diam saja karena: A) Gak mau diganggu; B) Takut ketahuan. Kalo di Labschool kayaknya sih ada beberapa yang kayak gini, tapi mereka gak fanatik-fanatik banget sih. Contohnya temen deket penulis. Dia diam-diam tertarik (bukan suka sih) K-Pop.

2. Dia yang Gak Punya Malu
Kalo yang ini tipe Fangirling penulis. Kalo ngeFangirl gak ada malu. Muter lagi J-Pop dan K-Pop keras-keras di kelas. Naynyi-nyanyi di tengah jalan. Streaming anime, MV, dan episode di manapun. Tapi hati-hati, lho, sama tipe yang ini! Kalo kamu ngatain bahan fangirlingan dia, bisa ngamuk tuh. 

3. Dia yang Senang Promosi dan Endorse
Tipe ini gak beda jauh dari yang nomor 2, hanya saja yang ini lebih demen promosiin bahan fangirlingannya sekaligus make merchandise di tempat umum. Kalo kamu punya temen yang suka memaksa atau menghasut kamu untuk menyukai suatu band, grup, penyanyi, etc. berarti temen kamu termasuk tipe yang ini. Kalo masalah merchandise, penulis juga punya beberapa dan suka make beberapa ketika ke tempat umum. Contohnya tas Attack on Titan penulis yang sering dipake ketika les. Kalo kamu ngeliat ada cewek make kaos BTS, atau tas EXO, atau gelang bertuliskan Mendes Army, atau kaos anime, jangan disindir ya, mereka cuma bangga dan percaya diri dengan apa yang mereka sukai. Kalo misalkan ada yang nyindir, plieujsh deh, gak boleh apa orang seneng dikit?

4. Dia yang Know-It-All
Setelah itu, ada tipe fangirl yang kayaknya kalo bahan fangirlingnya dijadiin pelajaran, dia bakal dapet nilai 100 pake bonus point. Penulis sih agak menjorok ke tipe ini sih. Coba kalo kamu punya temen yang suka fangirling, tanya-tanyain deh, apa aja. kalo dia bisa menjawab 95%, berarti dia tipe ini. 

5. Dia yang Punya Banyak Pasangan
Ehm, yang dimaksud 'pasangan' di sini tuh bukan pasangan asli ya, melainkan khayalan doang (namanya remaja, masih banyak hormon OK, kayak lagu BTS 'War of Hormone'). Kalau di dunia anime dan manga namanya 'Husbando' dan 'Waifu'. Kalo di dunia K-Pop 'Bias'. Sisanya paling 'Husband' atau 'Wife' dalam berbagai bahasa. Hm? Penulis? Ada banyak, gak usah ditanya. Sukur-sukur punya pacar asli, tapi kalo tipe ini banyak yang jomblo sih.

6. Dia yang Punya Banyak Kapal
'Ship' adalah sebuah kata yang tidak asing lagi bagi seorang Fangirl. Apa lagi tuh? Ship adalah sebuah kata untuk menggambarkan suatu pasangan yang kita inginkan. Misalnya nih, kamu punya dua temen yang kayaknya cocok banget kalo pacaran, nah itu namanya kamu ngeShip mereka berdua. Dalam ngeShip, gender bukanlah lagi batasan. Ada lagi istilah yang namanya OTP. OTP adalah singkatan dari One True Pairing atau One Top Pairing. Artinya, OTP adalah pasangan yang paling disukai seseorang. Hampir setiap Fangirl mengaku memiliki OTP. Tapi coba tanya deh, 'OTP kamu apa?'. Pasti ada yang jawab lebih dari satu. Namanya doang OTP, tapi yang menempati posisi ada banyak. Hal ini bisa terjadi ketika Fangirl tersebut memiliki terlalu banyak Ship sampai bingung memilih OTP. Tipe TENTUnya ada banyak di lingkungan Labschool.

7. Dia yang Seneng RP
Kalo ada kata RP, orang-orang pasti kebanyakan terpikir kata 'Rupiah'. Tapi untuk para Fangirl, RP tidak sekedar itu. RP adalah singkatan untuk Role Play. Role Play adalah ketika kamu berpura-pura menjadi orang lain dan melakukan interaksi dengan orang lain yang berpura-pura juga. Eits, bedanya dengan penipu-penipu FB dengan Role Play adalah ketika Role Play, biasanya lawan interaksi sudah tahu kalau masing-masing sedang berpura-pura. Tujuan dari RP ini sendiri sih buat FUN aja. Contoh Role Play, misalkan kamu pura-pura jadi Harry Potter terus kamu chatting atau interaksi sama orang yang sedang Role Play jadi Percy Jackson. Kalo di Labschool, ada beberapa fangirl yang Role Play di berbagai situs, misalkan twitter, shamchat, omegle, Paigee World, Line, dll.. Kalo penulis sih biasanya di shamchat, paigee world, sama line.

8. Dia yang Senang Berkarya
Imajinasi itu tidak ada batasnya. Fangirl sangat suka menggunakan imajinasi dan kemampuannya. Di internet, kalo kamu search, ada banyak yang namanya Fanart (lukisan atau gambar buatan fans), Fanfiction (Cerita yang dibuat berdasarkan tokoh atau orang yang ada, atau cerita yang dibuat sebagai versi lain dari cerita yang sudah ada), FMV (Video musik buatan fans), dll. Penulis termasuk salah satu yang suka bikin fanart dan fanfiction. Kalo kamu masih gak ngerti apa itu fanfiction, contohnya tuh ada cerita dimana Harry Potter masuk Slytherin, atau taunya Avengers punya member baru yaitu karakter yang dibuat pengarangnya, atau ternyata The Doctor punya istri lain selain River Song, atau ternyata Tsunayoshi Sawada punya kembaran yang dipilih sebagai bos Vongola, atau kisah asmara di antara Lisa dengan Bambam, atau- OK, sampe sini aja ya.

9. Dia yang Senang Membuat Teori
Pernah liat gak kalo di home FB atau IG ada kayak teori konspirasi gituh? Kayak kalo sebenernya Phineas and Ferb cuma khayalannya Candase? Kalo jangan-jangan ChanBaek is real? Kalo Magneto tuh entah kenapa bapaknya Pietro sama Wanda? Kalo Jin itu berperan sebagai Demian di MV Blood, Sweat, and Tears? Nah fangirl-fangirl yang jenius sering banget nih ngeluarin teori-teori beginih. Entah mereka dapet ide dari mana, sampe ada teori-teori yang disambung-sambungin sama mitologi Yunani lah, apa lah. Penulis sih cuma kadang-kadang kayak begini.

10. Dia yang Rajin Mantengin
Ini tipe yang kayaknya menghabiskan waktu luangnya untuk baca novel kesukaannya, streaming MV grup biasnya, nonton ulang episode anime atau TV series, pokoknya yang mengulang-ulang bahan fangirlingnya. Hampir setiap Fangirl sih kayak gini. Cuma intensitas mantenginnya yang berbeda-beda.

Nah itu dia 10 tipe Fangirl di SMP Labschool Rawamangun menurut penulis. Murid gak ada yang fanatik kelewatan batas atau sasaeng, kok!! Kalo penulis termasuk nomor.. umm... hampir semuanya. Kalo kamu??








Selasa, 10 Januari 2017

RESOLUSI 2K17

Tahun baru, resolusi baru. Tahun ini tuh agak lebih spesial dari tahun sebelumnnya. mulak dari UN, US, Ujian Praktik, DLL.. Jadi, tahun ini aku pengennya sih:

1. Lulus UN dengan nilai paling tinggi di sekolah.
Susah sih, tapi nothing is impossible, kan? kalo udah usaha keras juga walaupun bukan nilai terbaik at least minimal dapet nilai yang jauh di atas rata-rata ( aamiin... ) ya tapi gituh, tergantung usaha.

2. Lulus ujian lain dengan nilai BAGUS
gak perlu dijelasin lagi yaaa ini mah.

3. Lulus ujian Piano dengan peringkat 3 besar
Jadi sebelum ujian-ujian sekolah, aku ada ujian kenaikan tingkat piano. Pengen banget deh dapet 3 besar tapi kalo fokusnya kebagi UN dkk........... Insyaallah dapet deh kalo bisa ngimbangin.

4. Menjadi anak yang baik
Ini resolusi tiap tahun, ok.

5. ( Optional ) Nonton konser BTS
Yang ini agak impossible, karena pertama tiket konser tuh mahal. Kedua, belom tentu BTS bakal konser ( WINGS Tour atau lainnya ) di Indonesia.

Itu sih 5 yang utama ya, sisanya sih ada menyelesaikan fanfiction yang udah 1 tahun gak diupdate ( LOL ), mulai bikin fanart lagi, masuk ke SMA pilihan, DLL.

Itu aja sih ya yang bisa aku bagi, Hehe.... ( Maklum, gak pinter nulis blog OTL )

Kamis, 18 Agustus 2016

HOME

An English assignment by: Chiquita Jasmine 9B





Home. A common word that is so close to us, yet most of us can’t properly

define. To me, home is an abstract place where I feel welcomed and where my

heart just feels ……….right. Home makes me feels unconsciously contentment (

not that other places can’t make me feel the same, but my home feels different

and special ) and is the place for me to leisure around. If you asked me about my

home, then my first line of thoughts would be about my family. My family creates

the atmosphere or feeling of being ‘home’. The happiness, sorrow, etc. Basically

if there’s family, there’s home.



Being at home sometimes bemuse my feelings and emotions. Sometimes I feel

nonchalant and then in the next split of second, the pensive atmosphere is

replaced with a sense of duty to do my responsibilities. Let’s attribute this with my

mother’s strict behavior towards responsibilities ( mainly chores,

homeworks/assignments, and time tables ). These responsibilities at home

taught me stealth and hasty works. That’s what I like the most about my home.

The bipolar atmosphere between calmness and dread.



Of course, I can’t feel happiness everyday at home. Life is not all sunshines and

daisies. Sometimes conflict occurred at home and I just can’t stand it. Once ( or

twice ) I thought about running away from home. I don’t want to go into details,

but it was really personal and made me very uncomfortable at home. But then, as

I began to consider the consequences doing it, the idea vanished instantly from

my thought. It just wasn’t worth it. I presumed that everything would go back to

normal in 3 days at the longest. And I’m glad I did.



I never really miss my home, let alone home sick. I mean, I spend almost all of

my daily life at home, school, and some occasional go outs. Even when I’m out

for days, I never really miss my home. Well, can’t blame me for having one or

two of my family members being almost at every long time vacations I had.

The atmosphere at my home is a weird mixture of calmness and shuddersome

responsibilities. But like I said, I love it. Probably because I’m used to it? From

the dim lights of my home at noon, the greenish light in the evening, the extreme

temperature difference between my room and the dining room, the smell of dust

everytime me and my family left for days, and other familiar stuffs relatable to my

house, my home sweet home, they’re all too familiar to me. The atmosphere is

the same around the house. Even when I’m not in the house, as long as I feel at

‘home’ in another place, the atmosphere remains the same.



My dream home is akin to Barbie’s dream house. Childish, I know. I have a wild

imagination, and no one can stop me from imagining wild stuffs. But speaking in

a realistic way, I want a big house for a home. Still unrealistic? I want a comfy

home with nice designed room interiors. But nevertheless, I love my current

home the way it is right now. Home sweet home.

Senin, 07 September 2015

Pedoman Karya Tulis Ilmiah

Pedoman Karya Tulis Ilmiah
1.      Pendahuluan
Karya Tulis Ilmiah adalah karya tulis yang disusun menurut kaidah keilmuan dan ditulis berdasarkan kaidah Bahasa Indonesia, di bawah pengawasan atau pengarahan guru pembimbing. Kegiatan penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) di SMP Labschool Jakarta merupakan salah satu syarat pemenuhan profil lulusan. Dengan kegiatan ini, siswa diharapkan memiliki pengalaman menulis ilmiah secara sederhana, berfikir runtut, dan memiliki keberanian menyampaikan pendapatnya melalui kegiatan presentasi di akhir kegiatan presentasi di akhir kegiatan sebagai bentuk dari aktualisasi dari apa yang telah dikerjakan.

Pedoman ini disusun oleh Tim Penyusun Pedoman Penulisan KTI SMP Labschool Jakarta. Pedoman ini diterbitkan dengan tujuan memberikan tuntunan kepada siswa agar dapat dengan mudah mengikuti tahap demi tahap dalam menyelesaikan penulisan KTI sesuai dengan ketentuan yang ada pada buku panduan ini.

2.1 Bagian Awal
Bagian Awal Tugas Akhir terdiri atas:
a.       Halaman Sampul
b.      Halaman Pengesahan
c.       Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih
d.      Daftar isi
e.      Daftar Tabel (jika diperlukan)
f.        Daftar Gambar (jika diperlukan)
g.       Daftar Lampiran (jika diperlukan)
2.1.1 Halaman Sampul
Sebagai halaman terdepan yang pertama terbaca dari KTI, Halaman Sampul harus dapat memberikan informasi singkat kepada pembaca tentang karya ilmiah tersebut yang berupa judul, identitas penulis, institusi, dan tahun pengesahan. Ketentuan mengenai penulisan Halaman Sampul dapat dilihat pada butir 3.4. Contoh Halaman Sampul pada Lampiran 1.
2.1.2 Halaman Pengesahan
Halaman Pengesahan berfungsi untuk menjamin keabsahan karya ilmiah atau pernyataan tentang penerimaannya. Ketentuan mengenai penulisan Halaman Pengesahan dapat dilihat pada Lampiran 2.
2.1.3 Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih
Halaman Kata Pengantar memuat pengantar singkat atas karya ilmiah. Halaman Ucapan Terima Kasih memuat ucapan terima kasih atau penghargaan kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan KTI. Sebaiknya, ucapan terima kasih atau penghargaan tersebut juga mencantumkan bantuan yang mereka berikan, misalnya bantuan dalam memperoleh masukan, data, sumber informasi, serta bantuan dalam menyelesaikan KTI. Ketentuan mengenai penulisan Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih dapat dilihat pada butir 3.6. Contoh Ucapan Terima Kasih dapat dilihat pada Lampiran 5.
2.1.4 Daftar isi
Daftar isi memuat semua bagian tulisan beserta nomor halaman masing-masing yang ditulis sama dengan isi yang bersangkutan. Ketentuan yang menyangkut penulisan Daftar Isi dapat dilihat pada butir 3.7. Contoh Daftar Isi dapat dilihat pada Lampiran 8.
2.1.5 Daftar Tabel, Daftar Gambar, dan Daftar Lain
Daftar table, gambar, dan daftar lain digunakan untuk memuat nama table, gambar, dan sebagainya yang ada dalam tugas akhir. Penulisan nama table, gambar, dan sebagainya menggunakan huruf capital di awal kata (title case). Ketentuan yang menyangkut penulisan derajat dapat dilihat pada butir 3.14.
2.2 Bagian Isi
Isi tugas akhir disampaikan dalam sejumlah bab. Pembagian bab dari pendahuluan sampai kesimpulan ditentuntukan sesuai kebutuhan, atau dengan peraturan yang terdapat pada butir 3.13.
2.3 Bagian Akhir
Bagian ini terdiri dari:
a.       Daftar referensi
b.      Lampiran (jika ada)

2.3.1 Daftar referensi
Daftar referensi merupakan daftar bacaan yang menjadi sumber, atau referensi, atau acuan dan dasar penulisan KTI. Daftar referensi ini dapat berisi buku, artikel jurnal, majalah, atau surat kabar, wawancara, artikel internet, dan sebagainya. Dianjurkan agar 70% daftar referensi yang digunakan adalah buku yang berhubungan dengan tema KTI.

2.3.2 Lampiran
Lampiran merupakan data atau pelengkap atau hasil olahan yang menunjang pernulisan KTI, tetapi tidak dicantumkan di dalam isi KTI, karena akan menganggu kesinambungan pembacaan. Lampiran yang perlu disertakan dikelompokkan menurut jenisnya, antara lain jadwal, table, daftar pertanyaan, gambar, grafik, desain.

Penulisan
Penampilan/Pewajahan merupakan faktor penting untuk mewujudkan KTI yang rapi dan seragam.

3.1 Kertas
Spesifikasi kertas yang digunakan:
-Jenis           : HVS
-Warna        : Putih polos
-Berat          : 80 gram
-Ukuran: A4 (21,5 cm x 29,7 cm)

3.2 Pengetikan
 Ketentuan pengetikan adalah sebagai berikut:
a)      Percetakan dilakukan pada satu sisi kertas (single side)
b)      Posisi penempatan teks pada tepi kertas: - Batas kiri : 4 cm (termasuk 1 cm untuk penjilidan) dari tepi kertas – Batas kanan : 3 cm dari tepi kertas – Batas atas : 3 cm dari tepi kertas – Batas bawah : 3 cm dari tepi kertas.
c)       Setiap halaman pada naskah Tugas Akhir, mulai abstrak sampai daftar referensi harus diberi “auto text” pada footer dengan tulisan SMP Labschool Jakarta (Times New Roman 10 poin cetak tebal), dituis pada posisi rata kanan (align right)
d)      Huruf menggunakan jenis huruf Times New Roman 12 poin (ukuran sebenarnya) dan diketik rapi (rata kiri – justify)
e)      Pengetikan dilakukan dengan spasi ganda (Line Spacing = double lines)
f)       Huruf yang tercetak dari printer harus berwarna hitam pekat dan seragam
3.3 Penomoran Halaman
Penomoran halaman tidak diberi imbuhan. Jenis nomor halaman ada dua macam, yaitu angka romawi kecil dan angka latin.
3.3.1 Angka Romawi Kecil
a.       Digunakan untuk bagian awal tugas akhir (lihat butir 2.1), kecuali Halaman Sampul.
b.      Letak: tengah 2,5 cm dari tepi bawah kertas.
c.       Khusus untuk halaman judul, penomorannya tidak ditulis tetapi tetap diperhitungkan dalam daftar isi.
3.3.2 Angka Latin
a.       Digunakan untuk bagian isi tugas akhir dan bagian akhir tugas akhir
b.      Letak: sudut kanan atas: 1,5 cm dari tepi atas kertas dan 3 cm dari tepi kanan kertas.
c.       Khusus untuk halaman pertama setiap bab, penomorannya diletakkan di tengah, 2,5 cm dari tepi bawah kertas
3.4 Halaman Sampul
Halaman sampul KTI, secara umum, mempunyai karakteristik sebagai berikut:
a.       Halaman sampul KTI (hasil) terbuat dari karton tenal dilapisi kertas linen (biru tua)
b.      Semua huruf dicetak dengan tinta kuning emas dengan spasi tunggal (line spacing = single) dan ukuran sesuai dengan contoh di Lampiran 1.
c.       Ketentuan halaman sampul:
-          Diketik simetris di tengah (center)
Judul tidak diperkenankan menggunakan singkatan, kecuali nama atau istilah (contoh: PT, UD CV) dan tidak disusun dalam kalimat tanya serta tidak perlu ditutup dengan tanda baca apapun.
-          Logo Labschool: logo Labschool UNJ dengan diameter 2,5 cm dan dicetak miring dengan warna emas, Judul KTI, Nama, NIP, SMP Labschool Jakarta, Yayasan Pembina Universitas Negri Jakarta, Tempat Bulan & Tahun disahkannya KTI dan dituliskan dalam angka dengan format 4 digit (contoh: Januari 2013)
-          Informasi yang dicantumkan pada punggung halaman sampul adalah: Nama lengkap, dan NIP siswa, Judul KTI, Tahun disahkannya KTI, Informasi yang dicantumkan seluruhnya menggunakan huruf besar, dengan jenis huruf Times New Roman 12 poin, dan ditulis di tengah punggung halaman sampul (center alignment)
3.5 Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan KTI ditulis dengan spasi tunggal (line spacing = single). Tipe Times New Roman 12 poin sesuai dengan contoh pada Lampiran 5.
3.6 Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih
Halaman kata pengantar atau ucapan terima kasih, secara umum, adalah sebagai berikut:
a.       Semua huruf ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin, spasi 1,5 (line spacing = 1,5 lines) dan ukuran sesuai dengan contoh pada Lampiran 5.
b.      Judul kata pengantar atau ucapan terima kasih ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin, dicetak tebal dan huruf besar.
c.       Urutan pihak-pihak yang diberi ucapan terima kasih dimulai dari pihak luar, lalu keluarga atau teman.
d.      Jarak amtara judul dan isi kata pengantar/ucapan terima kasih adalah 2 x 2 spasi.
3.7 Daftar isi
Halaman daftar isi secara umum adalah sebagai berikut:
a.      Semua huruf ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin dengan spasi tunggal (line spacing = single)
b.      Khusus untuk judul tiap bab ditulis dengan Times New Roman 12 poin, dicetak tebal dengan huruf tebal (kapital).
c.       Contoh daftar isi dapat dilihat pada lampiran 8.
d.      Jarak antara judul dengan isi daftar isi adalah 3 spasi.
3.8 Daftar Table, Daftar Gambar, dan Daftar Lain
Ketentuan penulisan daftar gambar tugas akhir secara umum adalah sebagai berikut:
a.       Semua huruf ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin dalam spasi tunggal (line spacing = single) sesuai dengan contoh pada Lampira  9.
b.      Khusus untuk daftar gambar ditulis dengan Times New Roman 12 poin, dicetak tebal dengan huruf tebal (kapital).
3.9 Isi Tugas Akhir
Bagian tubuh/pokok memuat uraian/penjabaran yang dilakukan oleh penulis. Penjabaran mencakup tinjauan pustaka, metode penelitian, dan hasil serta pembahasannya. Sistematika yang dipakai dalam penulisan KTI adalah sebagai berikut:
1.       Pendahuluan
1.1   Latar belakang
Latar belakang menjelaskan tentang pentingnya pembahasan masalah atau alasan yang mendorong penulis untuk memilih tema/topik yang sudah dipilih. Mungkin juga berisi tentang tulisan yang ada yang sesuai dengan tema yang dipilih dengan berdasarkan tulisan yang sudah ada sebelumnya.
1.2   Perumusan Masalah
Tujuan penulisan adalah menjelaskan pokok-pokok atau hal-hal yang akan dikerjakan untuk memecahkan masalah. Tujuan akan memberikan arah yang lebih jelas/fokus pada permasalahan yang sedang dibahas. Memberikan gambaran tentang hasil-hasil yang akan dicapai.
1.3   Tujuan
Tujuan penulisan adalah menjelaskan pokok-pokok atau hal-hal yang akan dikerjakan untuk memecahkan masalah. Tujuan akan memberikan arah yang lebih jelas/fokus pada permasalahan yang sedang dibahas. Memberikan gambaran tentang hasil-hasil yang akan dicapai.
1.4   Ruang lingkup/Pembatan Masalah
Memberikan batasan tentang masalah yang sedang dibahas. Masalah yang sedang dibahas supaya tidak melebar ke masalah-masalah lain sehingga tidak fokus pada masalah yang diajukan.
1.5   Teknik Pengumpulan Data
Pada bagian ini menjelaskan tentang cara memperoleh data yang digunakan untuk memperkuat alasan dalam pembahasan masalah.
2.      Pembahasan
1.1   Landasan teori
Memaparkan tentang topik yang dibahas sesuai dengan teori-teori yang mendukung topic sudah dipilih. Paparan minimal dapat menjawab pertanyaan: apa?, bagaimana, dan untuk apa topik tersebut.

2.1   Analisi Interprestasi Opini
Menjelaskan masalah yang sudah dipilih berdasarkan pendapat pribadi sesuai dengan kajian teori yang sudah dipaparkan sebelumnya.
3.1 Ilustrasi, Tabel, Gambar, dll
Yang tergolong gambar, grafik, diagram. Ketentuan pembuatan tabel dan gambar adalah sebagai berikut:
·         Gambar, grafik, dan diagram diberi nama.
·         Penulisann nama tabel, gambar, dan lainnya menggunakan huruf besar di awal kata (title case).
·         Tabel dan gambar ditempatkan diantara bagian teks yang paling banyak membahasnya.
·         Nomor tabel dan gambar harus menyertakan nomor bab tabel dan gambar tersebut berada. Misalnya tabel 1.1 berarti tabel pertama yang berada di bab 1. Gambar diperlukan untuk memperjelas bahasan dan memudahkan pembaca dalam memahami maksud dari penulis.

3.      Penutup
a.       Kesimpulan
Menjelaskan tentang analisis dari bab pembahasan secara lebih singkat. Kesimpulan adalah merupakan jawaban dari pertanyaan yang dikemukakan pada bagian pendahuluan. Kesimpulan disampaikan secara berurutan sesuai dengan pembahasannya.
b.      Saran-saran

Berdasarkan kesimpulan yang disampaikan kemudian penulis menyampaikan saran-saran untuk perbaikan. Saran-saran tersebut sebagai solusi untuk memecahkan masalah yang sedang dibahas.